Bunga yang indah terbakar hangus ditengah gurun pasir..
hingar bingar pesta demokrasi mengacuhkan hak2 rakyat yang agung..
semoga para pemimpin menundukkan kepala untuk melihat kami yang tertindas oleh tirani yang merajalela...
udara dingin yang diselimuti dosa, dihantui akan kegagalan masa depan..
masa ini takkan pernah berakhir hingga saat nanti akan ada seorang pahlawan yang turun dari surga..
seorang pahlawan yang dapat menghancurkan tirani yang menyiksa kami selama ini...
Dunia ini mulai magacungkan jari tengahnya, seakan-akan ingin memuntahkan isi perutnya...
ditengah harapan yang rapuh, kami yakin pasti akan ada cahaya suci yang mampu menerangi kegelapan..
dan dosa-dosapun perlahan mulai sirna...
Engkau raja dan kami budak,kapan kami terbebas...
Engkau raja dan kami budak, kapan kami tersenyum bahagia...
Kami bagaikan bidak-bidak kecil yang tak berdaya...
Kami bagaikan pedang yang tumpul ditengah peperangan...
seandainya para raja seperti malaikat yang suci, maka mereka akan memotong sayap-sayapnya..
agar dapat terjatuh ke dunia dan merasakan perihnya dunia ini...
Rubahlah kami tanpa menindas, kebijakanmu bagaikan pedang yang menghunus jantung kami...
Berilah kami air dari surga, agar kami dapat merasakan indahnya senja tanpa beban...
Minggu, 19 Januari 2014
Kesatria diKegelapan...
Kebebasan yang menuntunku menemukan kedisiplinan...
Bagaikan api yang terbakar di atas air, pemberontakan yang menuju kebaikan...
Disaat para bintang berlomba menunjukkan sinarnya, aq meredup menunduk malu...
Jiwa sang kesatria tertanam disetiap raga, menanti saat yang tepat untuk menghunus pedang...
Terjatuhlah, terjatuhlah berulang kali, hingga tengkorakmu retak dan berdarah, disaat itulah kekuatan dan keberanian kita dapatkan...
Kesakitan hanya sementara, tapi kekuatan abadi selamanya...
Pengecut, pecundang, penghianat, semua itu adalah keburukan, tapi keputus asa'an adalah dosa yang sangat kelam..
Berani bukanlah kata2, tapi berani adalah sifat...
Ketampanan bukanlah wujud, tapi ketampanan adalah sikap...
Tembok yang kokoh bisa hancur dalam sekejap, tapi komitmen seorang pria kuat abadi...
Selama nafas berhembus tebaslah sebanyak mungkin rumput di ladang, agar banyak tercipta jalan menuju kemenangan...
Bagaikan api yang terbakar di atas air, pemberontakan yang menuju kebaikan...
Disaat para bintang berlomba menunjukkan sinarnya, aq meredup menunduk malu...
Jiwa sang kesatria tertanam disetiap raga, menanti saat yang tepat untuk menghunus pedang...
Terjatuhlah, terjatuhlah berulang kali, hingga tengkorakmu retak dan berdarah, disaat itulah kekuatan dan keberanian kita dapatkan...
Kesakitan hanya sementara, tapi kekuatan abadi selamanya...
Pengecut, pecundang, penghianat, semua itu adalah keburukan, tapi keputus asa'an adalah dosa yang sangat kelam..
Berani bukanlah kata2, tapi berani adalah sifat...
Ketampanan bukanlah wujud, tapi ketampanan adalah sikap...
Tembok yang kokoh bisa hancur dalam sekejap, tapi komitmen seorang pria kuat abadi...
Selama nafas berhembus tebaslah sebanyak mungkin rumput di ladang, agar banyak tercipta jalan menuju kemenangan...
Kamis, 05 Desember 2013
Tugas Kimia Pangan II
NUTRIFIKASI
VITAMIN E DARI EKSTRAK BEKATUL PADA PRODUK SELAI KIWI
HI-VITAMIN
E

Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Terstruktur Mata kuliah kimia
pangan II
Oleh:
Yan Abdi Nugroho ( 105100504111003)
Kelas: Q
PROGRAM
STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
JURUSAN
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS
TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2012
SOAL:
a)
Produk apa yang akan
dipilih,jelaskan alasannya?
b)
Siapa pasar-pasar dari
produk tersebut?
c)
Bentuk vitamin E yang
akan ditambahkan?
d)
Kapan vitamin E
ditambahkan pada proses pengolahan produk tersebut?
e)
Apa dampak penambahan
vitamin E pada karakteristik produk?
f)
Bagaimana cara
mengatasi hal tersebut?
g)
Berapa kadar vitamin E
yang ditambahkan dan klaim nutrisi apa yang dibuat?
JAWAB
a)
Produk yang saya
pilih untuk dikembangkan yaitu selai yang berbahan baku buah kiwi. Saya memilih
buah kiwi karena kandungan gizinya yang bagus dan merupakan sumber vitamin C
dan E yang tinggi, kandungan vitamin C dan E dalam 100 gram buah kiwi yaitu sebesar 92,7
mg dan 1,9 mg. Kandungan vitamin C
dalam buah kiwi dua kali lebih banyak dari jeruk. Sementara jumlah vitamin E
dalam kiwi dua kali lebih banyak dibandingkan mangga. Selain itu, buah kiwi
juga mengandung vitamin B1, B2, B6, asam folat, niasin, dan asam pantotenat
dalam jumlah yang cukup berarti.
Vitamin E dalam
kiwi berperan menjaga kesehatan sel-sel tubuh,
memperlambat efek penuaan dan memelihara sel-sel kulit agar tetap muda,
meningkatkan kesuburan, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
Antioksidan yang terkandung
dalam buah kiwi adalah yang paling mudah dimetabolisme dan diserap ke dalam
pembuluh darah tubuh. Itu sebabnya sumber makanan antioksidan seperti kiwi
sangat disarankan untuk mereka yang ingin sehat secara alami.
Untuk
meningkatkan kadar vitamin E dalam produk selai kiwi ini saya menambahkan
ekstrak bekatul yang merupakan sumber vitamin E yang tinggi dan sumber
serat pangan yang memiliki
efek rasa kenyang yang lebih lama, sehingga cocok sebagai diet penderita
hiperkolesterolemia. Penambahan yang
dilakukan tidak terlalu banyak karena buah kiwi sudah memiliki kandungan
vitamin E yang tinggi juga sehingga dapat menekan harga pasar yang tidak
terlalu mahal.
b)
Pasar-pasar dari produk
selai kiwi ini yaitu untuk mereka yang sedang mengalami pertumbuhan dan perawatan kecantikan
serta yang menginginkan agar terlihat tetap awet muda, seperti masa dewasa bahkan masa remaja agar
mengurangi gejala penuaan dini, baik itu laki-laki maupun perempuan. Selai
kiwi hi-vitamin E ini
sangat praktis dalam penyajiannya sehingga konsumen akan mendapatkan asupan vitamin
E dengan cara yang mudah, seperti untuk
sarapan dengan roti yang menambah nilai daya jual dari selai itu sendiri.
c)
Bentuk vitamin E yang
ditambahkan adalah dalam bentuk mikrokapsul melalui metode mikroenkapsulasi
yaitu suatu metode atau proses penyalutan partikel inti (core) yang dapat
berbentuk cair, padat, atau gas dengan suatu
bahan pengisi khusus sehingga partikel-pertikel inti tersebut mempunyai sifat
fisikokimia sesuai yang
dikehendaki, terdapat dua
jenis struktur utama dari mikrokapsul yaitu
satu inti (single core) dan banyak inti (multiple core) pada
bagian dindingnya. Pada produk selai
kiwi instan ini mikroenkapsulasi dilakukan dengan metode
spray-drying yaitu merupakan suatu
proses pengeringan untuk mengurangi kadar air suatu bahan sehingga dihasilkan
produk berupa bubuk melalui penguapan cairan. Mikroenkapsulasi menggunakan spray
dyring paling banyak digunakan dalam industri pangan karena biayanya relatif
lebih rendah. Proses ini
fleksibel, dapat digunakan untuk variasi bahan dalam mikroenkapsulasi karena
peralatannya mudah diterapkan dalam pengolahan bermacam bahan dan menghasilkan
partikel-partikel yang berkualitas baik dengan distribusi ukuran partikel yang
konsisten.
d)
Penambahan Vitamin E pada selai kiwi ini dilakukan
pada
proses mixing ( pencampuran ) dengan bahan-bahan lain, dimana sebelumnya harus
dilakukan proses mikroenkapsulasi menggunakan spray-dryer. Pada proses ini
dirasa yang paling tepat untuk menambahkan vitamin E, karena hampir masuk pada
tahapan akhir sehingga resiko untuk kapsul tersebut pecah
atau rusak lebih sedikit. Dengan adanya penambahan
tersebut maka akan didapatkan produk
selai
kiwi
yang memiliki kandungan vitamin E yang tinggi dan
menjadikannya memiliki daya tarik dan nilai jual yang tinggi.
e)
Dampak dari penambahan vitamin E pada produk selai
kiwi ini yaitu kemampuan
dari
vitamin E yang
ditambahkan menjadi sulit untuk bisa larut hal ini
disebabkan karena
adanya
kapsul yang melapisinya. Selain
itu kepadatan dari produk juga akan berubah sehingga lebih sulit dalam
menentukan kapasitas selai yang akan dikemas dalam satu kemasan, kemudian sifat aliran bahan juga akan
berubah,
yang berdampak
pada viskositas dari selai itu sendiri, dimana viskositas ini akan mempengaruhi
daya oles dari selai tersebut.
f)
Cara yang dilakukan untuk mengatasi perubahan-perubahan yang
terjadi pada produk selai ini yaitu untuk
masalah kemampuan kelarutan bisa diatasi dengan cara memilih bahan kapsul yang mudah
untuk larut, seperti
CMC (carboxymetyhlcellulose) yaitu
hasil dari reaksi alkali dengan sodium monokloroasetat di bawah kondisi yang
dikontrol ketat, dengan
menggunakan CMC yang mudah larut maka nantinya pelepasan dari ekstrak bekatul
yang dikapsulkan akan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan. Kemudian untuk
kepadatan dari selai harus di perhatikan agar nantinya lebih mudah untuk proses
pengemasan selai dalam pengemas, jadi
penambahan mikrokapsul yang dilakukan harus diperhitungkan secara matang agar
nantinya tidak mempersulit proses pengemasan. Selanjutnya untuk sifat aliran bahan harus di perhitungkan dengan benar berapa penambahan mikrokapsul yang dapat
mempengaruhi viskositas dari selai tersebut sehingga akan didapatkan daya oles
yang sesuai atau bagus.
g)
Untuk kadar vitamin E dari ekstrak bekatul yang
ditambahkan dalam produk selai kiwi ini yaitu sebesar 8 mg/100gr, dijumlahkan
dengan kadar vitamin E dari kiwi itu sendiri sebesar 1,9 mg/100gr sehingga
kurang lebih kadar vitamin E yang terkandung dalam produk selai kiwi ini
sebesar 10 mg/100gr, sedangkan kebutuhan vitamin E yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam sehari yaitu mencapai 15 mg/100 gr. Sehingga sisa kebutuhan vitamin E
lainnya dapat dipenuhi dari makanan lainnya yang dikonsumsi.
Untuk klaim kadar pada produk selai kiwi
ini dapat dinyatakan bahwa
“ mengandung Hi-Vitamin E dengan takaran
10 mg/100gr “
“ Produk ini mengandung antioksidant
yang dapat melawan radikal bebas ”
Sedangkan untuk klaim kesehatannya dapat
dinyatakan bahwa:
” Produk ini dapat membantu mengurangi
risiko penuaan dini ”
“ Produk ini dapat membantu mencerahkan
kulit agar terlihat lebih awet muda”
Tugas Pengemasan dan penyimpanan panga
PENGEMASAN
LOGAM
MAKALAH
oleh :
KELAS A
JURUSAN
TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS
TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengemasan
yaitu suatu media yang berfungsi sebagai wadah atau tempat untuk menyimpan
suatu bahan pangan dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan umur simpan produk
tersebut. Kemasan dibuat sedemikian rupa untuk mengatasi masalah yang dijumpai dalam
produksi dan distribusi pangan serta dapat memperpanjang masa simpan atau meningkatkan
keamanan pangan atau sifat organoleptik.
Ada
berbagai macam jenis kemasan yang biasa digunakan dalam industri pangan
diantaranya adalah kertas, logam, kaca dan plastik. Penggunaan jenis kemasan
ini disesuaikan dengan sifat dan karakteristik bahan pangan yang akan dikemas.
Salah satu contohnya yaitu pengemasan logam yang digunakan oleh industri
minuman kaleng atau untuk pengalengan ikan.
Banyak
industri yang menggunakan jenis pengemasan ini dikarenakan dapat memperpanjang
umur simpan produk, menjaga kualitas produk dan lebih tahan atau kuat dalam
proses penyimpanan nantinya. Oleh sebab itu dengan adanya makalah ini, akan
menjelaskan sebagian besar tentang pengemasan yang menggunakan logam, baik itu
jenis, kelebihan dan kekurangan, karakteristik, cara pembuatan hingga dampaknya
terhadap kerusakan makanan.
1.2 Tujuan
Tujuan
penyusunan makalah ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang metode pengemasan
dengan menggunakan logam.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Pengemasan Logam
Pengemasan yaitu suatu media yang berfungsi sebagai
wadah atau tempat untuk menyimpan suatu bahan pangan dengan tujuan untuk
menjaga kualitas dan umur simpan produk tersebut, dalam industri besar terutama
industri pengalengan ikan biasanya menggunakan jenis kemasan logam, hal ini
dikarenakan sifat dan kerakteristik dari bahan pengemas logam yang lebih kuat
dan tahan lama (Eastwood Et al, 2002).
Proses pembuatan
kemasan logam ada 2 cara, yaitu Three
piece can dan Two piece can. Proses
pembuatan kemasan logam ini berdasarkan karakteristik dari logam tersebut yaitu
Penghantar
(konduktor) panas dan listrik yang baik, dapat ditempa atau
dibengkokkan dalam keadaan padat, mempunyai kilap logam, tidak tembus padang, densitas
tinggi, berbentuk padat (kecuali merkuri).
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Jenis Kemasan Logam
Terdapat 8 jenis kemasan logam yaitu tin plate, tin free plate, aluminium, aluminium foil, retort pouch, aerosol logam, tube logam lunak dan drum baja. Dimana
penjelasannya sebagai berikut:
a.
Tin Plate
Tin plate merupakan jenis kemasan logam yang terbuat
dari Plat timah atau tin plate yang berbentuk lembaran atau
gulungan baja yang berkarbon rendah dengan ketebalan 0.15
– 0.5 mm, dilapisi dengan timah
putih Sn, dengan kandungan timah putih
pada kaleng plat
timah berkisar antara
1.0-1,25% dari berat
kaleng.
b.
Tin Free Steel
Tin free steel merupakan jenis kemasan logam yang
berbentuk lembaran baja yang tidak
dilapisi timah putih, selain itu harganya yang Murah, akan tetapi memiliki daya adhesi terhadap bahan organik yang
baik, Jenis TFS yang paling banyak digunakan untuk
pengalengan makanan adalah jenis Tin Free
Steel Chrome Type
(TFS-CT). Ada 3 tipe dari tin free steel yaitu : Tipe Tin Free
Steel : Tipe MR
(Medium Residual), Tipe
MC
(Medium Metalloids Cold Reduce) dan Tipe L (Low Metalloids).
c.
Aluminium
Merupakan jenis logam yang lebih ringan dari baja
dan memiliki daya korosif rendah serta mudah dibengkokkan. Jenis logam ini
mampu menahan masuknya gas, bahannya tidak berbau dan tidak berasa, akan tetapi
sulit disolder sehingga sambungan tidak rapat.
d.
Aluminium
Foil
Merupakan bahan kemas dari lembaran alumunium
yang padat dan
tipis, aluminium foil memiliki ketebalan <0.15 m dan mempunyai
tingkat kekerasan yang berbeda. Kemasan ini bersifat hermetis, tidak tembus
cahaya, fleksibel, dan dapat dignakan sebagai bahan pelapis atau penguat
dilapisi dengan plastik atau kertas.
e. Retort
Pouch
Jenis Kemasan ini tahan terhadap suhu sterilisasi
dan mempunyai daya simpan yang tinggi, sifatnya kuat, tidak mudah
sobek/tertusuk, dan teknik penutupan mudah, Contoh: PP-Alufo-PET. Penggunaan
alumunium untuk kemasan pangan antara lain untuk produk buah-buahan, produk
sayuran, produk daging, produk ikan, kerang, produk susu dan minuman.
f.
Aerosol
logam
Bahan yang digunakan adalah alumunium, palt timah
dan baja nirkarat. pipa dip umumnya dari plastik, tahan tekanan tinggi (kemasan
pecah pada tekanan >20 atm), kemasan aerosol alumunium untuk produk farmasi
dan parfum, kemasan aerosol plat timah beresiko terjadi karat terutama untuk
produk alkali asam kuat, kemasan aerosol baja nirkarat untuk produk kecil
(mahal), dilapisi enamel (vinil, epoksi).
g.
Tube
Logam Lunak (Collapsible Tube)
Pada Tahun 1841 dikenal tube logam timah putih
(kemasan cat minyak) dan di tahun 1895 digunakan untuk kemasan pasta gigi
(dominan). Biasanya digunakan untuk pangan seperti saus tomat, mayonaise,
mustar. Penggunaan jenis kemasan ini akan mempermudah pengisisan produk, karena
bersifat ringan, tidak mudah pecah, permukaan licin sehingga dekorasi mudah,
mudah ditutup rapat sehingga kontaminasi rendah, bahan bakun terdiri dari logam
yang dapat dilenturkan pada suhu kamar, umumnya timah, timbal dan alumunium.
h.
Drum
Baja
Drum baja /campuran logam biasanya digunakan untuk mengemas
minyak goreng, minyak tanah, bensin dan bahan kimia. Pada drum terdapat simpay
(gelang gelinding) agar mudah dipindahkan, bagian tertutup terdapat dua lubang
yaitu lubang kecil untuk lubang angin dan lubang besar untuk dapat dipasang
kran.
3.2.
Kelebihan dan Kekurangan
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
|
Mempunyai
kekuatan mekanik yang tinggi
|
Tidak tembus
pandang
|
|
Pelindung
yang baik terhadap gas,uap air,jasa renik,debu dan kotoran sehingga cocok
untuk kemasan hermentis
|
Kemasan
harus sempurna tidak penyok
|
|
Toksisitasnya
relatif rendah meskipun ada kemungkinan migrasi unsur logam ke bahan yang
dikemas
|
Ada
kemungkinan terjadi cemaran logam
|
|
Tahan
terhadap perubahan-perubahan atau keadaan suhu yg ekstrim
|
|
|
Mempunyai
permukaan yang ideal yntuk dekorasi dan pelabelan
|
3.3.
Kerusakan Pada Bahan Pangan
Adapun beberapa kerusakan yang dapat terjadi akibat dari penggunaan
pengemasan logam yaitu:
a.
Hydrogen swell
Terjadi karena adanya
tekanan gas hidrogen yang dihasilkan dari reaksi antara asam pada makanan
dengan logam, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, meningkatnya
keasaman bahan pangan, meningkatnya suhu penyimpanan, ketidaksempurnaan
pelapisan bagian dalam, proses exhausting tidak sempurna, terdapat komponen terlarut
dari sulfur dan pospat.
b.
Interaksi
antara bahan dasar kaleng dengan makanan
Apabila
terjadi kerusakan yang disebabkan oleh adanya interaksi antara bahan dasar
kaleng dengan makanan, maka akan muncul tanda-tanda seperti, perubahan warna
dari bagian dalam kaleng, perubahan warna pada makanan yang dikemas, off-flavor,
kekeruhan pada sirup, perkaratan atau terbentuknya lubang pada logam serta yang
terjadinya kehilangan gizi.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
a.
Pengemasan logam merupakan teknik pengemasan yang biasa digunakan karena sifat
dari bahan yang kuat serta tahan terhadap berbagai kondisi.
b.
Karakteristik bahan pangan menentukan jenis pengemasan yang akan digunakan.
c.
Proses penyimpanan yang baik sesuai dengan sifat bahan dapat menentukan
keamanan dan umur simpan dari produk tersebut.
4.2
Saran
Perlu dilakukan pendekatan lebih lanjut kepada para
konsumen agar lebih selektif lagi dalam hal memilih bahan pangan yang baik agar
tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Oleh sebab itu pentingnya ilmu
pengetahuan agar wawasan kita bisa bertambah.
DAFTAR
PUSTAKA
Ares G, Parentelli C, Gámbaro A,
Lareo C, Lema P
(2006) Sensory shelf life of shiitake mushrooms stored under passive modified
atmosphere. Postharvest Biology and Technology41 , 191-197
Boa E (2004) Wild edible fungi a
global overview of their use and importanceto people , FAO, Rome, 148 pp
Chang ST (1999b) World production of cultivated
edible and medicinal mushrooms in 1997 with emphasis on Lentinus edodes
(Berk.) Sing. di Cina. International Journal of Medicinal Mushrooms1
, 291-300
Cheung LM, Cheung PCK, Ooi VCE (2003) Antioxidant activity and
total phenolics of edible mushroom extracts. Food Chemistry81 ,
249-255
Eastwood D, Burton K (2002) Mushrooms – a matter of
choice and spoiling oneself. Microbiology Today29 , 18-19
Langganan:
Postingan (Atom)

